BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Angin Duduk, Perlukah Dikerok?

oleh : dr. Febryanto

Post on 03 September, 2018

JIKA Anda mengalami nyeri dada maka tidak selalu dikatakan angin duduk. Di kalangan masyarakat umumnya, angin duduk masih dianggap sepele. Padahal, angin duduk merupakan penyakit yang mematikan jika tidak ditangani dengan baik dan cepat. Angin duduk berasal dari kata “angina” yang berarti nyeri dada. Jadi, angin duduk juga dapat disamakan dengan serangan jantung. Angka kejadian angin duduk/serangan jantung di Indonesia sangat tinggi, bahkan juga banyak yang berakibat kematian.

Gejalanya dapat berupa nyeri dada seperti tertimpa benda berat di sebelah kiri dan/atau tengah, menjalar ke lengan kiri, leher, dan punggung.  Selain itu, disertai dengan keringat dingin. Terkadang, nyeri dada tersebut disertai dengan sesak napas. Gejala ini disebabkan karena pembuluh darah jantung tersumbat sehingga aliran darah tidak lancar. Akibatnya, otot jantung mulai kekurangan pasokan darah dan bisa menyebabkan kematian otot jantung.

Biasanya, dokter atau petugas kesehatan akan melakukan rekaman jantung terlebih dahulu untuk memastikan apakah ini suatu serangan jantung. Jika dari pemeriksaan ditemukan benar adanya kecurigaan serangan jantung maka akan diberikan obat untuk mengurangi nyeri dada. Setelah itu akan diobservasi di rumah sakit, dan bisa saja berlanjut ke arah pemasangan ring/cincin di pembuluh darah jantung, bahkan sampai operasi.

Kerokan merupakan suatu tindakan dengan menggosokkan benda tumpul di punggung atau bagian tubuh lainnya dengan bantuan minyak angin atau cairan lainnya sebagai pelicin. Benda tumpul yang digunakan pun bervariasi, paling banyak yang digunakan adalah koin. Kerokan dilakukan di punggung dengan harapan dapat mengeluarkan angin yang tersembunyi di dalam badan. Masyarakat beranggapan bahwa semakin banyak warna kemerahan yang muncul, maka semakin banyak angin yang sudah dikeluarkan dari badan. Warna merah itu disebabkan karena melebarnya pembuluh darah di bawah kulit setelah melakukan penggosokan dan penekanan pada kulit.

Sampai saat ini, kerokan masih terkenal di kalangan masyarakat dan masih sering dilakukan terutama jika ada yang mengalami pegal-pegal, nyeri seluruh badan, tidak enak badan, flu, bahkan nyeri dada atau yang lebih dikenal dengan angin duduk. Mungkin Anda akan merasakan sembuh setelah kerokan, atau lebih berkurang sakitnya. Akan tetapi ini adalah hoax kesehatan yang sampai sekarang masih banyak yang melakukannya jika seseorang mengalami angin duduk. Kerokan yang dilakukan di punggung tidak akan menyelesaikan masalah. Tidak ada salahnya Anda mendapatkan pelayanan kesehatan untuk diperiksa apakah ini merupakan serangan jantung atau bukan. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena jika angin duduk terlambat ditangani maka bisa menyebabkan akibat yang lebih parah bahkan sampai kematian.

Banyak orang yang datang terlambat ke rumah sakit karena masih percaya dengan tindakan kerokan jika terjadi angin duduk. Akibatnya banyak yang menyesal karena tidak langsung segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.  Bahkan ada masyarakat yang datang berobat ke unit gawat darurat karena tidak ada perubahan setelah dilakukan pengerokan dan masih merasa nyeri dada. Saat diperiksa ternyata pasien mengalami serangan jantung dan terkadang sudah terlambat sehingga membutuhkan perawatan yang lebih lama bahkan sampai operasi. Angin duduk juga merupakan salah satu penyebab kematian mendadak. Jadi, jika anda mengalami angin duduk, jangan langsung dikerok, tetapi berobatlah ke puskesmas/klinik/unit gawat darurat rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Kami harap Anda sehat senantiasa.