BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Bagaimana Cara Membersihkan Telinga yang Baik dan Benar?

dr. Bernadina Cynthia C.

Post on 05 December, 2019

MEMBERSIHKAN telinga merupakan hal yang kerap kali kita lakukan. Ada banyak alasan orang melakukan hal tersebut. Alasan yang paling sering adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, yang biasa kita lihat berwarna kekuningan. Alasan lain, adanya perasaan tidak nyaman pada telinga, sakit telinga, gatal, atau gangguan pendengaran.

Membersihkan telinga adalah memasukkan suatu obyek ke saluran telinga dengan tujuan untuk membersihkannya. Obyek yang paling disukai untuk membersihkan telinga adalah cotton buds. Namun, ada beberapa alat lain yaitu menggunakan bulu, penutup pulpen, jari, hingga korek api. Faktanya, membersihkan telinga dengan cotton buds atau kapas merupakan hal yang tidak dianjurkan. Kenapa? Sebelum menjawab pertanyaan ini, sebaiknya kita mengetahui apa itu kotoran telinga dan bagaimana dia diproduksi.

Cerumen adalah kotoran telinga yang biasa kita lihat berwarna kekuningan. Cerumen sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan telinga dari benda asing dan infeksi di telinga. Cerumen memiliki pH asam (pH 4 – 5) yang tidak disenangi oleh organisme sehingga membantu mengurangi risiko infeksi pada saluran telinga. Cerumen diproduksi oleh kelenjar sebasea, kelenjar seruminosa yang dicampur epitel kulit dan debu. Kotoran ini hanya berada pada 1/3 bagian telinga.

Menurut Toye Gabriel (2019), mekanisme pembersihan pada telinga dilakukan oleh fungsi cerumen, sebuah substansi yang berfungsi membersihkan, melindungi dan melapisi saluran telinga. Hal ini secara konstan dibantu oleh gerakan rahang saat mengunyah. Gerakan rahang membantu melepaskan sisa kotoran yang menempel pada dinding saluran telinga sehingga kotoran termasuk debu dan materi lain dari dalam telinga akan terdorong ke bagian luar saluran telinga.

Penggunaan swabs atau kapas dapat menimbulkan trauma pada telinga dengan bermacam cara. Berdasarkan The Hearing Journal4 mengenai aplikasi cutton bud, disebutkan bahwa saat menyeka telinga dengan cotton buds, kita justru mendorong lapisan lilin lebih jauh masuk ke dalam telinga. Swab atau kapas tersebut dapat menyumbat di dalam saluran telinga. Selain itu, jika terlalu banyak tekanan dan dengan frekuensi yang sering, serat kapas dapat melukai jaringan telinga yang sehat sehingga dapat menimbulkan trauma atau perdarahan. Trauma yang ditimbulkan dapat menjadi infeksi pada telinga karena dapat merusak lapisan alami dan lapisan luar kulit, sehingga memberi kesempatan bakteri untuk mudah masuk.

Membersihkan telinga dengan cotton buds boleh dilakukan asalkan dengan beberapa ketentuan. Kita harus mengetahui jenis cerumen, yaitu ada dua macam yakni kotoran yang lunak atau kotoran telinga yang keras dan menggumpal. Normalnya kotoran yang lunak berupa cairan kadang berwarna kekuningan. Namun, jika kotoran telinga berwarna kehitaman, padat, dan keras (biasa disebut dengan cerumen obsturans atau cerumen prop), tidak dianjurkan untuk membersihkan sendiri menggunakan alat apa pun, sebaiknya segera dibawa ke dokter THT. Hal ini karena dikhawatirkan kotoran akan semakin terdorong ke saluran telinga yang lebih dalam sehingga akan menimbulkan infeksi dan mengganggu fungsi normal dari telinga itu sendiri.

Selain itu, membersihkan telinga dengan cotton buds hanya boleh pada 1/3 telinga bagian luar. Oleh karena itu, hanya bagian cotton buds yang ada kapasnya yang boleh masuk, sedangkan gagangnya tidak. Selain itu, menggunakan handuk tipis yang basah untuk membersihkan telinga bagian luar. Dapat juga menggunakan baby oil atau beberapa tetes carboglycerine ke telinga untuk membantu melunakkan cerumen yang keras. Jadi, berhatihatilah dalam membersihkan telinga. Semoga Anda sehat senantiasa.