BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Benjolan Tiroid yang Meresahkan

oleh : dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD

Post on 23 August, 2018

Benjolan di tiroid atau kelenjar gondok merupakan kondisi kesehatan yang kerap ditemukan. Biasanya pasien yang datang dengan benjolan tiroid resah apakah benjolan tirold tersebut jinak atau ganas. Dari seluruh kasus benjolan tiroid yang dilaporkan, sebanyak 95 persen di antaranya kasus jinak, sementara sisanya ganas. Tugas seorang dokter adalah mencari tahu apakah penyebab benjolan tersebut dan membedakan apakah benjolan tiroid tersebut jinak atau ganas.

Benjolan tiroid adalah pembengkakan pada sebagian atau seluruh kelenjar gondok. Sifatnya bisa merata (difus) atau benjolan menyerupai bakso (noduler), tunggal atau banyak (multipel), padat atau kistik (isinya cairan). Benjolan tiroid bisa memiliki sifat toksik (hiperaktif) maupun tidak toksik. Benjolan tiroid lebih banyak dialami perempuan dibandingkan laki-laki, dan di daerah geografis kekurangan iodium.

Benjolan tiroid didiagnosis pertama-tama dengan wawancara medis dan pemeriksaan jasmani. Umumnya, pasien datang dengan keluhan benjolan leher yang disadarinya sendiri atau diingatkan oleh orang lain yang mengamati leher pasien. Bisa juga benjolan tiroid ditemukan saat medical check up (uji kesehatan rutin). Pasien akan ditanya oleh dokter apakah mengalami gejala­ gejala hipertiroid (kelebihan hormon tiroid) seperti berdebar-debar, keringat banyak, cepat lelah, tambah kurus, makan banyak untuk mengetahui apakah kira-kira benjolan tersebut toksik (hiperaktif) atau tidak. Sebaliknya, gejala­gejala hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) juga perlu ditanyakan seperti lemas sepanjang waktu, tidak tahan udara dingin, mengantuk terus, dan badan bengkak.

Pemeriksaan jasmani difokuskan pada tanda-tanda hipertiroid, seperti nadi cepat, tremor, adakah mata menonjol, serta bagaimana sifat benjolan yang ada di leher pasien. Benjolan itu berasal dari tiroid bila saat pemeriksaan pasien diminta untuk menelan, benjolan tersebut bergerak naik. Melalui pemeriksaan leher yang teliti, bisa diketahui apakah benjolannya satu atau banyak, keras atau kenyal, merata atau menyerupai bakso, serta adakah kelenjar getah bening di daerah leher. Wawancara medis dan pemeriksaan jasmani yang teliti bisa memberikan gambaran sekilas pada kita apakah benjolannya jinak atau ganas. Tentu harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang awal yang sangat penting dalam mendiagnosis benjolan tiroid adalah ultrasonografi (USG) leher dan pemeriksaan laboratorium fungsi tiroid (untuk skrining bisa diperiksa TSH, atau TSH dan T4). Untuk membedakan apakah benjolannya ganas atau jinak, dilakukan biopsi jarum halus (biopsi kecil) yaitu mengambil sebagian kecil nodulnya tanpa operasi oleh dokter spesialis penyakit dalam dan hasilnya dibaca oleh seorang dokter spesialis patologi apa jenis sel di dalam benjolan tersebut dan apakah dia jinak atau ganas.

Benjolan tiroid bisa jinak, ganas, atau atipia (belum dapat ditentukan secara signifikan). Masing-masing kondisi memiliki penanganannya sendiri-sendiri dengan banyak pertimbangan yang melatarbelakangi mengapa strategi pengobatan tersebut yang diambil. Semuanya membutuhkan konsultasi dengan dokter hingga dokter spesialis. Penanganan benjolan tiroid bisa diobservasi (dipantau dan dievaluasl secara berkala), diberikan obat, atau dioperasi.

Tidak semua benjolan tiroid perlu dioperasi. Jenis operasinya pun banyak macamnya (ada yang diangkat benjolannya saja, sebagian kelenjar tiroidnya, sampai mengangkat sebagian besar kelenjar tiroidnya), tergantung dari jenis sel (jinak atau ganas) dari benjolannya, serta ukurannya.

Dengan pemeriksaan yang teliti, data-data penunjang (laboratorium, USG, dan biopsi) yang lengkap, dan hubungan dokter-pasien yang baik, pasien dapat memperoleh informasi yang lengkap mengenal kondisi benjolan tiroidnya. Dengan demikian, tldak perlu menjadi resah dengan kasus benjolan tiroid. Dokter-dokter di rumah sakit akan siap sedia mendiagnosis secara lengkap dan mengelola benjolan tiroid dengan baik sesuai dengan arahan dokter dan kesepakatan dokter-pasien. Hal lain yang perlu diingat adalah deteksi dini adanya benjolan di tiroid Anda. Pemeriksaan ini dilakukan dengan meraba leher sendiri di depan cermin. Mari periksakan kesehatan tiroid Anda.

Semoga Anda selalu dalam keadaan yang sehat.

Dapatkan info kesehatan RS St. Carolus di Harian KOMPAS setiap hari Minggu