BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Berteman dengan Sinar Matahari (Bagian 2)

oleh : dr. Hendra Koncoro, SpPD dan Clarissa, SKed

Post on 03 September, 2018

Kerugian Paparan Sinar Matahari

  1. Kanker kulit. Paparan sinar matahari yang menjadi sunburn dapat meningkatkan risiko kanker kulit hingga dua kali lipat.
  2. Dermatoheliosis/Photoaging. Dermatoheliosis adalah sebuah proses kompleks pada kulit yang berjalan kronis, yang disebabkan oleh paparan sinar UV, terutama sinar UVA. Kulit mengalami penuaan prematur, ditandai dengan adanya kerutan dan penurunan elastisitas.
  3. Supresi sistem imunitas. Paparan sinar UV mendisregulasi antigen presenting cells (APC) seperti sel Langerhans dan sel dendritik dermal, yang akan mengaktivasi sel T regulator untuk menyupresi sistem imunitas.
  4. Kerusakan mata. Paparan UV mengakibatkan kerusakan sel mata secara langsung. Paparan sinar UV menghasilkan oksidan bebas yang dapat merusak mata bagian luar bahkan hingga ke retina.

Keuntungan Paparan Sinar Matahari

  1. Proteksi terhadap kanker. Paparan sinar UV dan pembentukan vitamin D dapat memberikan proteksi terhadap kanker kolorektal, kanker payudara, limfoma non-Hodgkin, kanker prostat, dan kanker kandung kemih.
  2. Pencegahan penyakit kardiovaskular. Vitamin D bersifat antihipertensi dengan menekan renin angiotensin aldosterone system (RAAS). Vitamin D juga mencegah aterosklerosis dengan cara menghambat transformasi makrofag menjadi sel busa, meningkatkan efluks kolesterol.
  3. Penurunan risiko penyakit autoimun. Vitamin D memengaruhi sistem imunitas dengan mengurangi ekspresi sitokin dari sel T helper type 1 (Th1), yang berperan pada penyakit autoimun seperti inflammatory bowel disease (IBD), multiple sclerosis, rheumatoid arthritis (RA).
  4. Pencegahan demensia alzheimer. Reseptor vitamin D terdapat di neuron dan sel glia area yang esensial untuk kognisi. Vitamin D memproteksi neuron dari proses degeneratif demensia dengan cara anti-inflamasi, anti-oksidan, mengontrol homeostasis kalsium.
  5. Pencegahan perkembangan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD). Paparan sinar matahari dapat menyupresi inflamasi hepar dan keparahan NAFLD. Setelah terpapar sinar ultraviolet, kulit melepaskan mediator anti-inflamasi seperti vitamin D dan nitrit oksida. Vitamin D mengurangi peradangan pada hati.
  6. Kesehatan muskuloskeletal. Vitamin D berperan dalam keseimbangan kalsium dan fosfat. Vitamin D memelihara kesehatan otot rangka dan otot jantung dengan meningkatkan proliferasi sel dan menghambat apoptosis pada sel otot yang terluka.
  7. Pencegahan karies gigi pada anak. Kalsifikasi jaringan keras membutuhkan vitamin D untuk meregulasi homeostasis kalsium dan fosfat.
  8. Pencegahan obesitas. Defisiensi vitamin D akan meningkatkan hormon paratiroid yang memicu luapan kalsium ke dalam adiposit dan mendorong terjadinya lipogenesis. Defisiensi vitamin D juga mengurangi sintesis leptin sehingga nafsu makan meningkat.
  9. Pencegahan miopia. Paparan sinar dapat menimbulkan pelepasan dopamin di sel retina, yang dapat menghambat pertumbuhan sklera. Vitamin D juga berperan dalam fungsi otot siliar yang terlibat dalam proses akomodasi.

Dari paparan di atas, jadi sebaiknya pukul 10 pagi sampai pukul 3 sore Anda meluangkan waktu untuk berjemur. Semua risiko yang dipaparkan ada kaitannya dengan kekurangan vitamin D. Sebaiknya kita mulai mengevaluasi lagi kemungkinan kita kekurangan sinar matahari.  Bagi Anda yang sibuk bekerja, coba luangkan waktu seminggu minimal dua kali untuk berolahraga dan terpapar sinar matahari.  Semoga Anda sehat senantiasa.