BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Sudahkah Anda Menjadi Dewasa Berpola Hidup Sehat? (Bagian 2)

dr Cindy MBiomed SpPD dan Adriel Wiemputra Wangsa SKed

Post on 07 March, 2020

MELANJUTKAN pembahasan sebelumnya, makanan juga memengaruhi pola hidup sehat kita. Makanan yang baik dikonsumsi adalah buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan (termasuk legume), serta gandum (whole grain). Sebaiknya buah dan sayuran dikonsumsi sebanyak 5 porsi setiap harinya.

Asupan gula harus dibatasi hingga maksimum 12 sendok teh per harinya, sedangkan asupan garam hanya 1 sendok teh setiap harinya (garam beryodium lebih baik). Untuk manfaat lebih, gula sebaiknya kurang dari 5 persen total asupan energi dalam 1 hari. Lemak harus dibatasi kurang dari 30 persen asupan energi setiap harinya. Lemak tidak jenuh lebih disarankan daripada lemak jenuh.

Lemak tidak jenuh dapat ditemukan pada ikan, alpukat, kacang-kacangan, minyak biji bunga matahari, minyak kanola, dan minyak zaitun. Sementara itu, lemak jenuh ditemukan pada lemak hewan, mentega, minyak kelapa, krim, dan keju. Lemak trans yang dapat ditemukan pada makanan kalengan, fast food, dan gorengan harus dihindari dan bukan merupakan bagian diet sehat.

Diet harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 2 cup buah-buahan, 2,5 cup sayuran, 180 gram whole grain, serta 160 gram daging dan kacang-kacangan. Daging merah boleh dikonsumsi 1–2 kali per minggu dan unggas 2–3 kali per minggu.

Selain aktivitas fisik dan diet sehat, menghindari kebiasaan buruk tidak kalah penting untuk mewujudkan pola hidup sehat. Merokok merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung koroner, sedangkan konsumsi alkohol berisiko tinggi menyebabkan kerusakan organ hati.

Kondisi mental dan spiritual juga penting untuk dijaga karena stres dapat menurunkan kekebalan/imunitas tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi. Pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala setiap 6–12 bulan. Pemeriksaan fisik dasar seperti pengukuran tekanan darah, nadi, suhu, pola napas, dan indeks massa tubuh (berat badan dan tinggi badan) akan dilakukan untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan laboratorium atau radiologik lanjutan.

Vaksinasi bukan hanya diperuntukkan bagi bayi dan balita. Vaksinasi pada dewasa dan lansia dapat berupa hepatitis A, hepatitis B, cacar, campak, booster tetanus, pneumonia, influenza, hingga meningitis tergantung pada kondisi klinis, keperluan atau profesi tertentu, dan usia. Informasi mengenai vaksinasi dewasa yang dibutuhkan dapat dikonsultasikan di pelayanan kesehatan terdekat.

Perilaku sehat harus dijalankan oleh semua orang sebagai bagian dari masyarakat, di mana saja, kapan saja, dan dengan memperhatikan kesehatan lingkungan sekitar. Terkait dengan penularan infeksi saluran napas akut yang sedang merebak saat ini, etika batuk dan bersin serta kebiasaan mencuci tangan sebagai bagian dari perilaku sehat adalah wajib dilakukan untuk menghentikan penyebaran penyakit menular.

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan memakai tisu untuk menutup hidung atau mulut ketika bersin atau batuk, kemudian tisu harus dibuang pada tempat sampah. Jika tidak membawa tisu, hidung dan mulut dapat ditutup dengan lengan bagian dalam dan kemudian dicuci dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer berbahan alkohol. Pakailah masker apabila sedang sakit batuk-pilek.

Kami harap Anda senantiasa sehat.