BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Fakta dan Mitos Mengenai Asam Urat

oleh : dr. Cindy, M.Biomed, SpPD

Post on 03 September, 2018

ASAM urat merupakan istilah yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Namun, apakah pengenalan mengenai asam urat tersebut sudah benar? Sering kali ketika kita mendengar kata asam urat, persepsi yang timbul adalah rematik. Hal tersebut adalah keliru, mengingat penyebab penyakit rematik bukan hanya asam urat tinggi, melainkan bisa disebabkan berbagai kondisi lain seperti perkapuran sendi, penyakit autoimun, maupun tegang otot atau saraf, dan lain­ lain. Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin (asam amino yang berasal dari pengolahan protein dalam tubuh).

Asam urat dapat menyebabkan gangguan di tubuh manusia jika memiliki kadar berlebih yang melebihi kemampuan larutnya dalam darah sehingga dapat menumpuk/mengkristal pada sendi dan menyebabkan gejala/nyeri persendian. Hal tersebut disebabkan gangguan bawaan pada enzim pengolah metabolisme purin maupun pada sistem pembuangan zat asam urat di ginjal, namun juga dapat disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Pada penderita asam urat tinggi, gejala bisa tidak ditemukan ataupun hanya ringan (pegal­pegal), namun bisa juga bergejala bengkak persendian.

Pada awalnya, bengkak karena kristal asam urat sering ditemukan pada ibu jari kaki, sendi­sendi jari tangan, siku, maupun telinga. Seiring berjalannya waktu, jika tidak mendapat tatalaksana yang tepat, pembengkakan juga dapat ditemui di sendi lainnya dan bertambah banyak, dengan jarak kekambuhan yang semakin sering. Pada kasus tertentu, kristal asam urat dapat berkumpul di ginjal dan menyebabkan gangguan pada organ tersebut. Kasus asam urat tinggi lebih banyak dijumpai pada laki­laki dan pada golongan usia lanjut.

Sering kali pasien menyamakan semua sakit rematik adalah asam urat sehingga banyak penggunaan obat penurun asam urat yang tidak sesuai. Begitu pun dengan produk jamu rematik yang sering menimbulkan efek samping lain pada pencernaan.  Lantas bagaimana seharusnya menyikapi penyakit asam urat yang tepat?  Jika Anda mengalami keluhan nyeri sendi/rematik, segera periksakan ke dokter terdekat. Dokter kemudian akan memeriksa lokasi sendi yang terkena dan kalau diperlukan akan melakukan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah.

Jika ditemukan kadar yang tinggi, akan diberikan obat penurun asam urat sesuai indikasi dan setelah penggunaan obat antinyeri (obat penurun asam urat diberikan setelah nyeri sendi mereda). Obat penurun asam urat sebaiknya rutin diminum setiap hari kemudian dipantau setelah 2 minggu - 1 bulan untuk diperiksa ulang kadar asam urat dalam darah. Persepsi salah yang kini banyak beredar di masyarakat adalah bahwa obat diminum kalau sedang ada gejala saja atau kalau sedang makan jeroan saja. Obat penurun asam urat akan dilanjutkan oleh dokter hingga mencapai target yang ditentukan. Daerah sendi yang bengkak sebaiknya jangan dimanipulasi / ditekan / dipijat karena akan menyebabkan bertambahnya bengkak dan nyeri serta kemungkinan pecahnya kristal asam urat dalam sendi tersebut.

Hal yang tidak kalah pentingnya selain obat adalah pola makan dan gaya hidup, American College of Rheumatology menganjurkan pantangan makan untuk penderita asam urat tinggi antara lain jeroan, hati, ginjal, sirup jagung, soda, minuman/makanan dengan pemanis tinggi fruktosa, rokok dan alkohol. Kurangi konsumsi daging sapi, domba, sardine, kerang, udang, kepiting, melinjo, kacang tanah, jus dari buah yang manis, dan garam yang berlebihan. Gaya hidup sehat harus senantiasa dijaga. Tidur cukup, minum air yang cukup, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal dan pemeriksaan rutin kesehatan adalah dianjurkan pada penderita asam urat tinggi. Mengingat bahwa pasien dengan asam urat tinggi juga biasanya memiliki kecenderungan untuk terkena hipertensi, diabetes, dan gangguan kolesterol.

Kami harap Anda sehat senantiasa.