BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Hari Donor Darah Sedunia (Bagian 2)

oleh : dr. Bettia Bermawi, SpPK

Post on 29 July, 2019

TEMA yang diusung tahun ini adalah “Darah yang Aman bagi Sesama”. Penyediaan darah yang aman di UTD PMI dimulai dari kualitas pendonor. Untuk itu, dilakukan seleksi sebelum kegiatan donasi darah. Calon pendonor diseleksi kesehatan dan keamanan darahnya. Secara rutin, pendonor mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh dokter, kualitas darah donor dengan pemeriksaan Hb yaitu menilai kadar besi dalam darah dan pemeriksaan keamanan darah dari Infeksi Menular Lewat Darah (IMLTD). Serangkaian pemeriksaan dilakukan untuk menjamin keamanan darah dari penyakit infeksi hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan sifilis. Setelah diproduksi, diperoleh darah siap pakai dalam bentuk berbagai komponen darah yang disiapkan sesuai kebutuhan pasien. Darah kemudian didistribusikan ke rumah sakit melalui bank darah dalam rantai distribusi tertutup dengan menjaga suhu dan transportasi yang sesuai.

Untuk mendapatkan darah yang berkualitas, pendonor darah sebaiknya melakukan beberapa persiapan, antara lain minum 3 gelas air putih, makan 3 jam sebelum donasi; tidur cukup semalam sebelum, minimal 4 jam. Kenakanlah pakaian yang nyaman terutama agak longgar di bagian lengan sehingga memudahkan saat donasi darah dan saat berbaring tidak perlu banyak mengubah posisi. Sambil menunggu panggilan transfusi, buatlah suasana santai atau relaks, seperti mendengarkan musik, mengobrol atau membaca buku. Hal ini akan membantu proses donasi darah berjalan lancar. Setelah melakukan donor darah, sebaiknya beristirahat sebentar, sambil menikmati minuman dan hidangan yang disajikan oleh unit transfusi darah.

Di bank darah rumah sakit setelah didapatkan darah yang aman, dilakukan persiapan pemberian transfusi dilakukan dengan mencocokkan golongan darah serta antibodi darah donor dengan darah pasien. Pada pasien tertentu yang terdapat inkompatibilitas antara darah donor dan darah pasien, diperlukan pemeriksaan lebih spesifik sehingga diperlukan penyediaan darah langsung oleh PMI.

Seluruh rangkaian pengelolaan darah sejak proses seleksi, pemeriksaan, dan penyimpanan darah dalam suhu yang tepat tentunya memerlukan teknologi pemeriksaan, waktu dan biaya yang tidak sedikit. Pemerintah dan PMI harus bekerja sama untuk memastikan sistem dan infrastruktur tersedia untuk meningkatkan pengumpulan darah dari donor sukarela, membangun dan memperkuat sistem jaminan kualitas untuk darah dan produk darah untuk memastikan darah dan produk darah yang aman; memberikan seleksi donor yang berkualitas; mempromosikan dan menerapkan penggunaan darah secara klinis yang tepat; dan mengawasi seluruh rantai transfusi darah. Dengan sistem jaminan kesehatan yang semakin baik, kualitas, jumlah dan biaya ini diperjuangkan untuk dapat memenuhi kebutuhan secara nasional.

Pada waktu-waktu tertentu, masih terdapat kendala dalam upaya pemenuhan jumlah kebutuhan darah. Untuk itu, kampanye solidaritas ini semakin penting agar semakin banyak orang peduli dan rutin melakukan donasi darah karena hampir semua orang dapat menyumbangkan darah jika mereka sehat. Apa yang dapat kita lakukan, mulailah dengan langkah sederhana. Jadilah donor darah hari ini dan bantu selamatkan nyawa. Membuat komitmen untuk menjadi donor rutin dan mendonasikan darah sepanjang tahun. Ajak teman dan keluarga Anda untuk menjadi pendonor darah. Setiap donasi 1 kantong darah, kita dapat menyelamatkan 3 nyawa.

Semoga Anda sehat senantiasa.