BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Hati - hati Kanker Hati

oleh : dr. Adianto Nugroho, SpB-KBD

Post on 23 August, 2018

KANKER hati adalah momok yang menakutkan bagi pasien dan keluarga, terutama karena biasanya disertai dengan penurunan fungsi hati berat yang berujung pada kematian. Pilihan metode pengobatan yang berpotensi menyembuhkan, juga sangat terbatas, Terlebih lagi, di masa lalu pembedahan hati dikenal sebagai operasi dengan tingkat kesulitan dan risiko tinggi.

Kanker hati sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu kanker hati primer yang berasal dari sel hati atau sel saluran empedu dalam hati, dan kanker hati sekunder, akibat penyebaran (metastasis) dari kanker di organ lain, misalnya usus besar atau payudara. Kanker hati yang biasanya disertai gangguan fungsi hati berat adalah jenis yang pertama, atau lazim dikenal dengan istilah karsinoma hepatoseluler, yaitu kanker yang berasal dari sel hati.

Karsinoma hepatoseluler (KHS) umumnya merupakan kelanjutan dari proses sirosis hati, yang terjadi pada pasien hepatitis B atau C, non­ alcoholic fatty liver disease (NAFLD), atau sebab lain. Tanda dan gejalanya tidak spesifik, dan umumnya baru mendapat perhatian pasien dan keluarga ketika ukurannya sudah cukup besar dan menimbulkan keluhan seperti rasa penuh di dalam perut, nyeri, serta mata dan kulit berubah kuning.

Keberhasilan pengobatan KHS ini sangat bergantung pada kondisi pasien, fungsi hati dan stadium kanker itu sendiri. Pengobatan paripurna adalah dengan membuang kanker hati beserta seluruh hati, yang berpotensi menjadi kanker, serta menggantinya dengan hati yang "baru", atau dikenal dengan transplantasi (cangkok) hati. Namun, dengan keterbatasan donor hati, pilihan lainnya adalah dengan membuang (reseksi) bagian hati yang mengandung tumor, dengan pertimbangan, sisa hati yang ditinggalkan harus mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan fungsi hati yang optimal. Dengan perkembangan teknologi operasi dan anestesi, serta didukung oleh tim yang kompeten dan kajian yang mendalam sebelum operasi, pembedahan cangkok hati dan reseksi hati dapat dilakukan dengan aman, dengan hasil yang baik.

Terapi lain seperti kemoterapi dan radioterapi, sampai saat ini masih berupa terapi penunjang, terutama untuk menghambat laju pertumbuhan kanker, pada kasus-kasus yang tidak memungkinkan untuk menjalani operasi, karena sisa hati yang tidak cukup, atau karena kondisi yang sudah parah dengan adanya sebaran kanker ke organ lain.

Untuk dapat mencapai hasil pembedahan yang optimal, kanker hati harus dapat ditemukan pada kondisi yang dini. Antara lain dapat dicapai dengan melakukan skrining secara berkala menggunakan ultrasonografi (usg) dan pemeriksaan laboratorium, pada kelompok pasien-pasien hepatitis atau sirosis.

Kami harap Anda sehat senantiasa.

Dapatkan info kesehatan RS St. Carolus di Harian KOMPAS setiap hari Minggu