BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Hidup Aktif Pada Usia Lanjut

oleh : dr. Yefta Daniel Bastian, SpKFR

Post on 23 August, 2018

Perkembangan dunia kedokteran, teknologi, dan pelayanan kesehatan membuat usia harapan hidup penduduk lndonesia diprediksi akan meningkat. Saat ini, satu dari sepuluh orang Indonesia berusia lanjut. Sementara itu, pada 2050 diperkirakan satu dari lima orang Indonesia berusia lanjut. Yang dimaksud usia lanjut adalah orang dengan usia 60 tahun ke atas. Tentu saja ini menunjukkan keberhasilan dalam pembangunan di bidang kesehatan. Namun, menjadi kaum "Ianjut usia" (Iansia) juga perlu memperhatikan beberapa hal.

1. Memahami menjadi lansia

Dengan makin bertambahnya usia, fungsi fisiologis berbagai organ semakin menurun sehingga semakin rentan mengalami penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, kegemukan, dan diabetes. Itu sebabnya menjaga asupan makanan yang seimbang menjadi hal penting. Apa boleh buat, kendati secara ekonomis kaum lansia biasanyamampu mengonsumsi makanan seperti apa yang diinginkan, akhirnya tetap harus memperhatikan jumlah, jadwal makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi. Di samping soal makanan, memahami menjadi lansia menyangkut soal mobilitas dan refleks yang makin lambat, juga antisipasi, penglihatan, dan keseimbangan badan. Kaum lansia harus berhati-hati dan waspada saat melewati tangga, tempat licin, atau memasang pengaman di kamar mandi untuk menghindari terjatuh.

2. Inaktivitas fisik

Ada penyakit yang berkaitan erat dengan kurangnya aktivitas fisik. Perilaku kurang aktivitas fisik (sedentari) adalah perilaku duduk atau berbaring dalam kegiatan sehari-hari baik di tempat kerja, di rumah, dan di perjalanan. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, DKI Jakarta menduduki tempat teratas dalam hal inaktivitas fisik, yaitu 44,2 persen, di atas angka rerata di Indonesia sekitar 26,1 persen. Semakin bertambah umur, perilaku sedentari umumnya semakin bertambah. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2004 menunjukkan bahwa inaktivitas fisik menempati urutan keempat sebagai penyebab kematian setelah tekanan darah tinggi, merokok, dan diabetes.

3. Olahraga

Olahraga bisa menurunkan risiko kematian sekitar 40 persen. Untuk mendapatkan keuntungan kesehatan yang memadai, kaum lansia dianjurkan berolah raga dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu. Olahraga yang dianjurkan adalah berenang, bersepeda, dan berjalan kaki. Jangan lupa melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah selesai berolahraga. Olahraga inti dilakukan selama 30 menit sebanyak 3-5 kali seminggu dengan intensitas sedang. Ukuran intensitas sedang adalah bila kita masih sanggup berbicara pada saat melakukan olahraga, tetapi tidak sanggup bernyanyi. Olahraga dapat dilakukan sendirian, tetapi bila dilakukan bersama-sama dengan keluarga atau teman diharapkan akan lebih meningkatkan semangat dan motivasi.

Kami berharap semoga Anda sehat senantiasa.

Sumber : Harian Kompas Minggu, 7 Januari 2018

Dapatkan info kesehatan RS St. Carolus di Harian KOMPAS setiap hari Minggu