BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Hipersensitivitas dan Teknik Desensitisasi Setelah Cedera Jari Tangan

oleh : dr. Astuti Pitarini, SpOT

Post on 03 September, 2018

APA itu hipersensitivitas? Hipersensitivitas adalah kondisi ketika pasien merasakan ketidaknyamanan yang tidak sesuai dengan stimulasi normal. Misalnya, sentuhan dirasakan seperti tusukan jarum yang nyeri. Hal ini sering dirasakan pada beberapa kondisi seperti setelah amputasi, cedera saraf, luka bakar, dan luka terpotong pada jari.

Pada kondisi hipersensitivitas, pasien cenderung melindungi bagian tubuh tersebut dan tidak dipakai untuk aktivitas sehari-hari.

Teknik desensitisasi

Teknik ini dapat mengurangi gejala hipersensitivitas dengan menggunakan beberapa aktivitas dan modalitas. Teknik ini  membantu Anda untuk membangun toleransi terhadap   berbagai macam stimulus sehingga mencegah terjadinya nyeri kronik.

Panduan latihan desensitisasi

Lakukan latihan berikut minimal 3 - 4 kali per hari selama 10 menit pada setiap jenis modalitas. Setelah sensasi yang dirasakan dapat ditoleransi, lanjutkanlah latihan dengan modalitas lain yang memberikan sensasi baru atau tambahkan tekanan pada latihan sebelumnya.

  1. Gunakan tekanan ringan pada jari Anda yang sakit dan gosok-gosok pada berbagai variasi tekstil, seperti bahan  katun, bahan jeans, karpet kasar, sponges cuci piring kasar, bahan velcro. Mulailah dengan material paling halus terlebih  dulu, setelah jari Anda terbiasa dan sensasi sudah dapat ditoleransi, pindahlah pada material baru sehingga Anda  akan mulai kembali merasakan sensasi baru.
  2. Siapkan berbagai wadah dengan variasi isi yang beragam,  seperti beras, biji-bijian (kacang hijau, biji jagung),  pasta/makaroni kering, kelereng, kancing-kancing baju kecil, Masukkan jari-jari Anda ke wadah pertama dan rasakan   sensasinya sampai terbiasa, lalu lanjutkanlah dengan mencoba wadah lain. Setelah jari-jari terbiasa dengan  sensasi tersebut, cobalah mengisi wadah dengan material kombinasi seperti beras campur kelereng. Carilah kelereng dari dalam wadah beras untuk melatih sensasi ujung jari Anda.
  3. Pada jari yang hipersensitif; ketuk-ketuk ringan ujung jari  pada permukaan meja untuk melatih sensasi.
  4. Anda dapat juga menggunakan pemijat elektrik mini (mini  massager) di sekitar area yang hipersensitif.
  5. Gunakan jari yang hipersensitif untuk aktivitas sehari-hari   guna membiasakan toleransi terhadap berbagai stimulasi seperti untuk keramas, membersihkan muka, mengancingkan baju, mengetik, membuka halaman buku, memegang gelas, dan lain-lain.

Untuk pertanyaan lebih lanjut mengenai cedera dan pemulihan tangan, hubungi langsung tim kami di RS St Carolus Bone and Joint Centre, Jakarta.

Kami harap Anda sehat senantiasa.