BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Kaki Keseleo yang Tak Kunjung Sembuh (Bagian 1)

oleh : dr. Astuti Pitarini, SpOT

Post on 03 September, 2018

BAGI Anda penggemar olahraga, pasti sering mendengar istilah “engkel” ketika pergelangan kaki keseleo. Engkel adalah istilah ambigu yang menyesatkan bagi awam nonmedis. Dalam bahasa Inggris, pergelangan kaki dinamakan ankle. Dalam bahasa medis, bila seseorang mengalami keseleo pergelangan kaki, maka disebut ankle sprain. Artikel hari ini akan memberikan informasi serba-serbi mengenai ankle sprain.

Mengapa terjadi “ankle sprain”?

Keseleo pergelangan kaki dapat terjadi pada semua orang, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa. Namun, insidennya paling sering terjadi pada dewasa muda aktif dan gemar berolahraga, seperti futsal, bola, basket, voli; atau penari, pedansa, dan perempuan yang gemar mengenakan sepatu hak tinggi. Pada saat seseorang keseleo, beberapa struktur dalam pergelangan kaki dapat cedera atau mengalami robekan. Dua struktur yang paling sering mengalami cedera adalah Anterior Talo Fibular Ligament (ATFL) dan Calcaneofibular Ligament (CFL) yang terletak di bagian luar pergelangan kaki. Bila cedera yang terjadi cukup berat, akan terbentuk benjolan cukup besar di sisi luar pergelangan dekat mata kaki. Pergelangan kaki akan bengkak cukup besar sehingga mengganggu aktivitas olahraga dan berjalan.

Penanganan pertama

Bila mengalami cedera pergelangan kaki, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Segera istirahatkan kaki yang cedera, jangan dipaksa untuk kembali berolahraga atau beraktivitas. Kompres dengan material  dingin, balut dengan elastic bandage atau ankle brace, dan tinggikan kaki dengan satu bantal untuk mengurangi pembengkakan. Tindakan alternatif seperti diurut atau dipijat sangat tidak disarankan. Keseleo pada pergelangan kaki tidak jarang juga disertai dengan patah pada jari kaki, pergelangan kaki, atau dengan cedera urat lain. Oleh karena itu, datanglah ke dokter untuk segera menegakkan diagnosis yang tepat.

Apa yang harus dilakukan setelah mengalami keseleo?

Setelah periode istirahat selama dua minggu dengan memakai ankle brace, pasien akan dianjurkan untuk menjalani program pemulihan dengan bantuan tim rehabilitasi medik dan fisioterapi. Latihan pemulihan ini terdiri atas latihan kekuatan (strength), kelenturan (flexibility and stretching), keseimbangan (balance), dan kelincahan (agility). Kesemuanya ini dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi pergelangan kaki agar tidak lagi gampang keseleo.

Mengapa keseleo tidak kunjung sembuh?

Banyak kejadian ankle sprain yang tidak tertangani dengan baik. Pada umumnya, keseleo hanya dianggap angin lalu dan cedera biasa. Namun, jangan anggap remeh keseleo karena banyak struktur urat dan tulang yang mengalami cedera, robekan, atau retak yang bila dibiarkan begitu saja akan menyebabkan pergelangan kaki mengalami bengkak dan nyeri kronis yang hilang-timbul sejalan kita menjalani aktivitas harian. Selain itu, riwayat ankle sprain yang tidak tertangani dengan baik akan membuat pergelangan kaki rentan mengalami keseleo yang berikutnya (recurrent ankle sprain). Pada tahap ini, terapi konservatif mungkin tidak cukup sebagai talataksana utama dan perlu dipertimbangkan tatalaksana bedah, seperti rekonstruksi ATFL, rekonstruksi CFL atau penanganan fraktur yang terlibat dengan pemasangan implant (pen). (bersambung)