BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Kenali Batuk Pilek Anda (Bagian 1)

Oleh: dr. Cindy, MBiomed, SpPD dan Adriel Wiemputra Wangsa, SKed

Post on 18 May, 2020

SITUASI pandemi Covid-19 yang terjadi bersamaan dengan musim pancaroba saat ini merupakan kondisi yang tidak menguntungkan dalam segi kesehatan. Kondisi pandemi dengan berbagai restriksi aktivitas membawa stres tersendiri bagi masyarakat. Kecemasan berlebih dan pola hidup yang tidak sehat akan menurunkan imunitas tubuh dan rentan terserang infeksi, terutama pada saluran napas atas (ISPA).

Batuk-pilek ringan yang dulu merupakan suatu hal yang biasa dialami, saat ini, menimbulkan kepanikan pada era pandemi Covid-19 ini. Kendati demikian, perlu kita ketahui bahwa tidak semua ISPA disebabkan virus korona. Kewaspadaan dini dengan cara memeriksakan diri segera ke pelayanan kesehatan terdekat adalah perlu dan jika adanya Covid-19 telah disingkirkan oleh dokter, kita terkena ISPA karena penyebab lain, yaitu common cold, influenza, dan lainnya.

Sebenarnya apa sih penyebab batuk-pilek yang sering kita alami dan bagaimana pencegahannya? Mari kita simak bersama-sama.

Common cold merupakan suatu sindrom (kumpulan gejala) saluran pernapasan akut yang masyarakat awam kenali dengan istilah batuk-pilek. Virus adalah penyebab utama dari sindrom tersebut. Common cold sering kali disalahartikan sebagai flu/influenza karena kedua sindrom ini berbagi gejala yang serupa, seperti pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan. Gejala-gejala tersebut juga sering masyarakat kenali sebagai “gejala flu”.

Meskipun mirip, gejala common cold umumnya lebih ringan dibandingkan dengan influenza. Pada common cold, gejala yang paling menonjol adalah pilek atau hidung tersumbat, dan sering kali bersin. Sedangkan pada influenza dapat juga ditemukan demam, menggigil, nyeri otot (pegal-pegal), nyeri kepala, hingga kelelahan. Menurut Riskesdas tahun 2018, jumlah warga Indonesia yang mengalami ISPA sebanyak 9,3 persen. Common cold sering ditemui pada kehidupan sehari-hari dan tidak terbatas pada usia dan jenis kelamin tertentu. Namun, common cold memang lebih sering ditemui pada anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun yang lemah.

Rata-rata orang dewasa mengalami 2–3 kali common cold setiap tahunnya dan anak-anak sekitar dua kali lipatnya. Pada negara tropis, prevalensi common cold tidak begitu berhubungan dengan perubahan iklim, tetapi musim hujan memiliki hubungan dengan peningkatan kejadian influenza.

Banyak jenis virus yang dapat menyebabkan common cold, dan rhinovirus adalah yang paling umum. Sedangkan pada influenza, virus yang menjadi penyebab adalah virus influenza itu sendiri. [bersambung]