BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Meluruskan Hoaks : Menyembuhkan Sumbatan Koroner Tanpa Pemasangan Ring dengan Alat Sedot Plak Koroner (Bagian 2)

oleh : dr. Rachmat Hamonangan, SpPD KKV

Post on 23 August, 2018

MARl kembali pada hoaks yang ada, yang menyebutkan ada metode mengatasi pembuluh darah tersumbat pada jantung  tanpa pemasangan ring, lemak yang menumpuk di dinding pembuluh darah jantung  dihancurkan dan disedot sehingga tidak perlu lagi pemasangan ring. Bila kita cermati lagi video hoaks itu, sebenarnya yang ada di video adalah proses penyedotan bekuan darah pada orang yang mengalami serangan jantung. Seperti disebutkan di atas, ada satu kelas serangan jantung  yang terjadi akibat pecahnya plak diikuti pembentukan bekuan darah yang hebat sehingga mengakibatkan terhentinya aliran darah. Video itu menggambarkan suatu alat yang dimasukkan pada pembuluh darah penuh bekuan darah dan alat itu lalu menarik bekuan darah yang terbentuk di pembuluh darah itu.                                                                 

Hal yang kedua setelah kita belajar proses pembentukan plak yang membutuhkan waktu, plak masih dilapisi dinding, sebagian plak dapat sangat mengeras akibat kalsium, tidaklah mudah untuk menyedot atau menghancurkan plak yang terbentuk  di pembuluh darahjantung. Pada kasus plak yang sangat keras, dokter dapat menggunakan alat seperti bor untuk menghancurkan plak itu (namanya rotablator). Namun, proses penghancuran plak akan diikuti proses balon dan pemasangan stent pada pembuluh darah tersebut, setelah bagian plak yang amat keras terkikis.

Hal yang ketiga, plak yang pecah dapat memicu proses serangan jantung seperti yang dijelaskan di atas. Jadi, tidaklah mudah mengatakan plak akan disedot atau dihancurkan lalu proses selesai. Andaikan ada alat yang bisa menyedot plak, pasti dalam prosesnya akan merusak atau menghancurkan plak yang ada. Proses penghancuran plak itu dapat menyebabkan terjadi proses peradangan seperti yang terjadi pada kasus serangan jantung. Seperti halnya alat bor atau rotablator yang biasa digunakan untuk kasus plak yang sangat keras, pada saat penggunaan alat itu dokter harus bersiap-siap menghadapi efek lanjutan penghancuran plak.

Balon koroner dan stent koroner harus disiapkan untuk antisipasi segera bila terjadi proses akut akibat tindakan penghancuran plak. Dan yang keempat, dalam dunia kedokteran untuk menciptakan obat atau alat/teknologi kedokteran membutuhkan jalan panjang yang bersifat ilmiah dan melewati proses yang disebut uji klinik. Bila alat sedot koroner itu memang ada, pasti dengan mudah kita menemukan data-data proses pengembangannya, uji kliniknya di jurnal  kedokteran terpercaya. Teknologi yang telah teruji itu pasti digunakan di seluruh dunia. Bahkan bukan tidak mungkin, sang penemunya akan mendapatkan nobel kedokteran karena penemuannya yang luar biasa. Namun, kenyataannya, data-data tentang alat sedot plak itu tidak ada sehingga berita yang menyebar dapat dikategorikan hoaks atau berita palsu.

Kami harap Anda sehat senantiasa.

Dapatkan info kesehatan RS St. Carolus di Harian KOMPAS setiap hari Minggu