BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Nyeri Telinga pada Anak

oleh : dr. Meila Sutanti, SpTHT-KL

Post on 03 September, 2018

NYERI telinga atau otalgia merupakan salah satu keluhan yang sering membawa pasien anak berobat ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT). Penyebab otalgia sendiri dapat berasal langsung dari telinga (otalgia primer) atau nyeri alih dari luar telinga (otalgia sekunder atau referred otalgia). Pada bayi atau anak yang belum dapat bicara, keluhan nyeri telinga dicurigai jika bayi atau anak sering memegang, menutup, atau menggaruk telinga dan jika bayi rewel.

Penyebab paling sering otalgia primer pada anak adalah infeksi akut pada telinga tengah (otitis media akut atau OMA). Penyebab otalgia primer lain yang sering ditemui antara lain radang telinga luar (otitis eksterna atau OE), adanya benda asing ataupun kotoran dalam telinga. Walaupun jarang, trauma eksternal ataupun barotrauma, herpes zooster dapat menimbulkan otalgia primer pada anak. Otalgia sekunder pada anak dapat disebabkan oleh radang tenggorok atau amandel, kelainan pada hidung dan kelenjar liur, sampai gangguan pada sendi rahang.

Orangtua harus membawa anak dengan nyeri telinga ke dokter jika usia anak kurang dari 6 bulan, nyeri telinga yang berat atau perburukan gejala dalam 24-48 jam, nyeri telinga yang terjadi pada kedua telinga, terdapat cairan atau darah pada telinga, adanya riwayat memasukkan benda asing ke dalam telinga, nyeri telinga disertai gejala lain, seperti demam lebih dari 39 derajat celsius, pusing, sakit kepala hebat, kekakuan pada leher, atau pembengkakan sekitar atau belakang telinga. Tindakan yang dapat dilakukan orangtua ketika anaknya mengeluh nyeri telinga, antara lain melihat ada atau tidaknya gejala lain yang timbul, mengevaluasi keadaan telinga anak dengan senter (ada atau tidaknya kotoran dalam liang telinga atau benda asing, kemerahan atau bengkak pada liang telinga, daun telinga, atau bagian belakang telinga), memberikan pereda nyeri, seperti acetaminophen atau ibuprofen, dengan dosis sesuai berat badan.

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mengorek-ngorek liang telinga anak dengan korek telinga ataupun cotton bud tidak dianjurkan. Hal tersebut dapat menimbulkan kotoran atau benda asing makin terdorong ke dalam liang telinga dan dapat menimbulkan Iuka yang memudahkan terjadinya infeksi pada telinga luar. Jika ada riwayat kemasukan benda asing hidup, seperti serangga, orangtua dapat memasukkan minyak, seperti minyak sayur, minyak zaitun, baby oil ke dalam liang telinga anak dengan tujuan untuk mematikan serangga tersebut. Namun, tersebut tidak dianjurkan jika terdapat riwayat gendang telinga bolong, telinga berair, atau anak dengan riwayat pemasangan pipa ventilasi.

Orangtua dapat menyusui anak atau memberikan permen pada anak yang lebih besar atau meminta anak untuk mengunyah atau menelan selama pesawat lepas landas atau mendarat untuk menghindari nyeri telinga akibat perubahan tekanan udara mendadak. Pencegahan infeksi telinga tengah pada bayi dan anak dapat dilakukan antara lain dengan memberikan ASI eksklusif selama sekurangnya 6 bulan, meninggikan posisi kepala dan badan bayi jika memberikan susu dengan menggunakan botol, mencuci tangan secara bersih dan sering, mencegah pemaparan bayi dan anak terhadap asap rokok. Nyeri telinga dapat ditimbulkan oleh berbagai penyebab. Orangtua harus mengenali tanda-tanda bahaya pada nyeri telinga yang mengharuskan anak segera dibawa ke dokter. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan di rumah, antara lain memberikan pereda nyeri, mencegah tindakan terapi sendiri (seperti mengorek telinga anak, meneteskan sembarang obat yang dijual bebas), meneteskan minyak jika ada benda asing atau serangga yang masuk ke dalam telinga anak. Anak sebaiknya dibawa ke dokter spesialis THT jika untuk mengidentifikasi dan mengobati penyebab nyeri telinga.

Kami harap Anda sehat senantiasa.