BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Osteoartritis Sendi Lutut, Mencegah lebih baik daripada Mengobati

oleh : dr. Erica Kholinne, SpOT

Post on 03 September, 2018

JIKA Anda mengalami gejala kaku sendi, nyeri lutut saat berjalan atau naik turun tangga, sakit saat berlutut atau hendak berdiri dari posisi duduk, hingga tidak mampu berjalan sama sekali, maka ada kemungkinan Anda mengalami gejala osteoartritis. Buat orang Indonesia gejala osteoartritis sering dikatakan sebagai pengapuran. Gejala pengapuran ini banyak ditemui pada kelompok usia di atas 60 tahun. Di Amerika Serikat penyakit ini diderita sekitar 46 juta orang atau sekitar 10 - 12 persen dari total populasi. Penyakit osteoartritis menimbulkan beban disabilitas dan penurunan produktivitas dari populasi aktif. Tak heran jika osteoartritis pun menjadi masalah kesehatan global dengan dampak signifikan di bidang ekonomi dan pembangunan sebuah negara.

Kendati osteoartritis merupakan kondisi degeneratif atau proses penuaan yang tidak bisa ditolak, namun gejala ini bisa diupayakan untuk dialami lebih lambat atau tidak lebih parah. Seperti dinasehatkan oleh orang tua kita, mencegah lebih baik dari mengobati. Lalu, apa saja langkah pencegahan yang bisa dilakukan?

Pertama, menjaga berat badan proporsional. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan parameter untuk menentukan apakah seseorang bisa dikategorikan menderita kegemukan atau obesitas. IMT didapatkan dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan kuadrat dari tinggi badan (dalam meter). Jika Anda mempunyai berat badan 50 kilogram dengan tinggi 165, maka IMT Anda 50:(1,65x1,65) = 18,37.

Menurut WHO, IMT normal adalah 18,5 sarnpai 24,9. Jika IMT Anda berada di angka 25 hingga 29,9, maka Anda masuk dalam kategori pre obesitas. Jika IMT Anda melebihi atau sama dengan 30, maka Anda sudah tergolong dalam kategori kegemukan. IMT dapat diturunkan dengan modifikasi diet dan olahraga yang tepat. Cara sederhana ini juga akan meningkatkan kondisi kesehatan penderita.

Riset John Hopkins Arthritic Center menunjukkan bahwa setiap kelebihan 5 kilogram berat badan seseorang akan menambah beban pada lutut sebanyak 15­30 kilogram saat berjalan. Saat berjalan, lutut menerima beban sebanyak 3 ­ 6 kali lipat dari total berat badan. Hal ini lebih diperberat saat berjalan menuruni tangga. Obesitas akan meningkatkan risiko menderita osteoartritis sebanyak 4 kali daripada seorang dengan berat badan normal.

Kedua, olahraga yang tepat untuk membantu. Olahraga merupakan regimen konservatif (nonbedah) yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan ruang lingkup gerak sendi lutut dan mengurangi nyeri. Ada tiga jenis olahraga yang sangat penting terkait osteoartritis. Olahraga untuk meningkatkan ruang lingkup gerak (flexibility), meningkatkan daya tahan (endurance), dan untuk meningkatkan kekuatan tubuh (strengthening). Olah raga flexibility meliputi peregangan sendi (stretching) secara terkontrol dan perlahan. Dengan melakukan stretching setiap hari maka seorang penderita osteoartritis dapat mempertahankan bahkan meningkatkan ruang lingkup sendi lutut. Olahraga endurance atau aerobik dimaksudkan mengurangi kelebihan berat badan dan di rekomendasikan untuk dilakukan selama kurang lebih 120 ­ 150 menit per minggu. Terakhir, olahraga strengthening ditujukan untuk mempertahankan massa otot dan meningkatkan kekuatan otot. Kondisi otot yang prima dapat mendukung fungsi sendi dan menyerap gaya yang diterima oleh sendi lutut saat berjalan.

Ketiga, mencegah jatuh dan cedera. Cedera berat pada sendi lutut akan mengakibatkan cedera pada tulang rawan sendi. Tulang rawan sendi bisa robek dan bahkan hilang. Hal ini dapat bersifat semencara bila sifat cedera tidak sampai pada lapisan dalam dari tulang rawan sendi. Sebaliknya kerusakan permanen dapat terjadi pada cedera yang sampai pada lapisan dalam tulang rawan sendi. Untuk itu mencegah jatuh menjadi sangat penting. Pastikan jarak pandang yang baik pada lingkungan rumah dan sekitar Anda, buatlah penerangan yang cukup, sandaran atau pegangan pada area licin, maupun penggunaan alas lantai kasar di kamar mandi.