BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Sakit Gigi Menyebabkan Infeksi Berat Rongga Dada (Bagian 1)

oleh : dr. Dhama Sinta Susanti, SpBTKV (K)

Post on 22 January, 2020

MEDIASTINITIS adalah suatu proses peradangan berat yang terjadi di rongga dada (mediastinum) akibat suatu infeksi. Mediastinum adalah suatu rongga di dada yang berisikan organ-organ vital tubuh seperti jantung dan pembuluh dasar besar, seperti aorta, kelenjar getah bening, kelenjar timus, bagian dari esofagus, tiroid, dan kelenjar paratiroid. Mediastinitis merupakan penyakit yang sangat fatal dan mematikan.

Salah satu bentuk yang paling mematikan dari penyakit ini adalah Descending Necrotizing Mediastinitis (DNM). Penyakit ini biasanya terjadi sebagai komplikasi dari infeksi yang berasal dari gigi atau daerah sekitarnya, seperti peritonsilar. Umumnya peradangan pada daerah gigi dan daerah sekitarnya dapat sembuh dengan sendirinya jika kebersihan rongga mulut dapat terjaga. Akan tetapi, apabila terjadi infeksi yang berat, hal ini akan menyebabkan terkumpulnya nanah dan merambat ke leher hingga ke rongga dada.

Untuk memahami jalur penyebaran gejala, dan komplikasi rongga dada, penting untuk mengetahui bagian-bagian fasia leher. Ada tiga lapisan fasia dalam pada leher: lapisan superfisial (pretracheal), lapisan visceral, dan lapisan prevertebral, yang semuanya mempartisi wilayah leher yang dalam menjadi tiga ruang utama: ruang pretracheal, perivaskular, dan retrovisceral atau prevertebral. Masing-masing ruang ini berkomunikasi dengan mediastinum.

Sebagian besar dari mediastinitis ini memiliki perjalanan penyakit yang cepat. Pasien yang menderita DNM tiba-tiba dapat berkembang menjadi infeksi berat (sepsis) dan kematian. Penyebaran ke arah bawah (caudal) yang cepat dari infeksi leher pada DNM difasilitasi oleh respirasi dan tekanan negatif pada rongga dada.

Sekitar 8 persen mediastinitis berasal dari infeksi leher dalam yang menyebar melalui ruang pretracheal; lebih dari 70 persen penyebaran terjadi melalui ruang retrovisceral, sedangkan kasus sisanya terjadi melalui ruang perivaskular. Tidak adanya hambatan pada bidang fasia, pembentukan gas mikroba, dan kematian jaringan semakin mempercepat penyebaran infeksi leher dalam.

Infeksi jaringan lunak pada DNM terutama disebabkan oleh strain Streptococcus kelompok β-hemolitik. Strain ini menghasilkan trypsin-like protease yang dapat mengganggu respons imun di lokasi infeksi. Sebagian besar kasus sering disertai gabungan antara bakteri aerob dan anaerob.

Mendapatkan akses ke jaringan lunak leher mengubah kondisi jaringan sehingga menciptakan lingkungan yang cocok untuk bakteri anaerob berkembang. Kombinasi ini berbahaya dan dapat mematikan sehingga butuh perawatan bedah segera dan komprehensif untuk menanggulangi infeksi ini. [bersambung]