Sakit Gigi Menyebabkan Infeksi Berat Rongga Dada (Bagian 2)

oleh : dr. Dhama Sinta Susanti SpBTKV (K)

DALAM menegakkan diagnosis infeksi berat rongga dada, diperlukan berbagai faktor pendukung berikut ini.

  • Anamnesis: dilakukan wawancara terhadap pasien, adakah faktor risiko atau infeksi seperti gigi berlubang, infeksi pada gusi, atau penggunaan instrumentasi pada rongga mulut. Adakah gejala atau tanda-tanda umum dari infeksi, seperti demam, sesak, atau nyeri dada.
  • Pemeriksaan fisik: ditemukan adanya tanda-tanda infeksi rongga mulut. Seperti kekakuan rahang, bengkak pada gusi hingga ke pipi dan leher, bahkan ke daerah dada, adanya nyeri dan demam, nyeri menelan, hingga ludah yang berisi nanah.
  • Pemeriksaan radiologis seperti rontgen daerah leher dan dada dapat dilakukan untuk melihat tanda infeksi dan pengumpulan cairan di rongga dada. Pemeriksaan yang lebih baik seperti CT scan dapat dilakukan untuk melihat secara spesifik organ yang terkena.

Kriteria diagnostik (oleh Estera)

  • Adanya manifestasi klinis infeksi yang berat.
  • Adanya abnormalitas gambaran rontgen yang merupakan karakteristik dari penyakit.
  • Adanya hubungan antara infeksi rongga mulut dan infeksi rongga dada
  • Adanya riwayat pernah infeksi rongga dada sebelumnya.

Pasien dengan infeksi berat rongga dada biasanya datang ke rumah sakit dengan kondisi kritis. Infeksi berat pada rongga dada membutuhkan penanganan yang agresif. Prinsip penanganan dilakukan sedini mungkin terutama mencari sumber infeksi dan pengeluaran nanah secara operatif pada daerah yang terinfeksi. Hal ini penting, karena keterlambatan penanganan akan berakibat infeksi dapat menyebar dengan cepat dan berujung pada kematian. Tatalaksana pada pasien dengan infeksi berat rongga dada yang dikarenakan oleh infeksi dari rongga mulut, dokter gigi ataupun dokter bedah mulut akan bekerja sama untuk dengan dokter bedah untuk menyingkirkan penyebabnya dengan mengekstraksi gigi yang terinfeksi.

Penggunaan antibiotik spektrum luas pada tatalaksana awal dapat membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat infeksi. Selanjutnya jenis antibiotik dapat diganti sesuai kultur jika telah diketahui kuman penyebab. Pemberian cairan secara intravena dilakukan jika terdapat tanda infeksi berat untuk mengganti cairan yang hilang karena hypovolemia. Pembedahan dilakukan dengan mengeluarkan nanah dan jaringan mati dengan pembersihan jaringan yang terinfeksi.

Komplikasi dapat berakibat fatal terhadap pasien. Komplikasi yang sering terjadi adalah penyebaran infeksi yang luas, kegagalan napas, infeksi selaput perikardium jantung, pneumonia, dan empyema. Keterlambatan penanganan dapat berujung pada kematian. Angka kematian pada infeksi berat di rongga dada (Mediastinitis) mencapai 60–70 persen. Pada kasus dengan penyakit penyerta lainnya, angka kematian mencapai 67 persen. Pada kasus dengan kecurigaan besar infeksi berat pada rongga dada, diagnosis dini dan tatalaksana yang agresif adalah cara terbaik untuk menurunkan angka morbiditas dan kematian.

Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala ke fasilitas kesehatan gigi sangat dianjurkan untuk mencegah terjadinya infeksi lanjut di daerah rongga mulut. Pasien juga harus menjaga oral hygiene gigi dan mulut. Bila dicurigai ada infeksi gigi atau bahkan sudah terjadi pembengkakan pada daerah mulut, pipi, atau leher, secepatnya datang ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat. Kami harap Anda senantiasa sehat.

Layer_1(11)
Reservasi
Layer_1(11)
Reservasi

You cannot copy content of this page

Scroll to Top
Chat WhatsApp
1
Butuh Bantuan?
Halo Sahabat Sehat Carolus 🥰

Terima kasih atas kepercayaannya terhadap RS St. Carolus. Kami selalu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang berkualitas, dokter & tenaga medis profesional serta, fasilitas lengkap & canggih.