BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Selayang Pandang tentang Hepatitis

oleh : dr. Cindy, M. Biomed, SpPD

Post on 03 September, 2018

HEPATITIS yang sering dikenal sebagai sakit hati, sakit liver, sakit kuning masih banyak kita jumpai hingga kini. Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati/liver. Perjalanan timbulnya gejala penyakit hepatitis dapat bersifat akut (kurang dari 6 minggu) maupun kronik/menahun, tergantung dari penyebab hepatitis tersebut. Pada umumnya pasien akan mengalami gejala demam, letih lesu, mual, sulit makan, rasa nyeri/tidak nyaman di ulu hati dan sekitarnya, dan yang khas adalah adanya keluhan "kuning" pada mata dan kulit serta air seni yang berwarna cokelat tua seperti teh.

Istilah sakit kuning sebenarnya kurang tepat digunakan untuk penamaan hepatitis karena penyebab sakit kuning dapat disebabkan berbagai hal selain hepatitis, seperti adanya tumor ataupun batu yang menyumbat/mengganggu aliran empedu pada saluran empedu, kandung empedu maupun pankreas dan usus 12 jari.

Penyebab hepatitis yang tersering dijumpai adalah virus hepatitis. Selain virus, hepatitis dapat disebabkan oleh obat dan zat toksik/racun. Beberapa obat dapat menyebabkan hepatitis yang bersifat akut jika diberikan dengan dosis berlebihan (misalnya asetaminofen yang berlebihan dosisnya) serta obat lain ada yang juga dapat menyebabkan hepatitis karena adanya reaksi alergi yang bersifat individual pada masing-masing pasien (misalnya rifampisin). Zat toksik/racun yang dapat menyebabkan hepatitis antara lain alkohol, jamu, aflatoksin dari jamur, dan lainnya. Dianjurkan untuk tidak sembarang mengonsumsi obat maupun ramuan, karena hati merupakan organ yang melakukan fungsi metabolisme bagi sebagian besar obat dan mudah mengalami kerusakan karena zat-zat toksik tersebut. Penyebab lainnya dari hepatitis adalah perlemakan hati, gangguan autoimun (misalnya lupus), infeksi bakteri dan virus lainnya (misalnya leptospira, dengue). Pengobatan hepatitis sangat bersifat individual, tergantung pada penyebab dasar, keparahan gejala, serta lama awitan penyakitnya.

Terdapat banyak jenis dari virus hepatitis dengan cara penularan yangberbeda-beda.  Hingga saat ini, diketahui bahwa terdapat 7 macam virus hepatitis, dengan 4 macam di antaranya yang sering ditemukan sehari-hari. Virus hepatitis A dan E dapat ditularkan ke dalam tubuh manusia melalui makanan atau minuman yang tertelan ke saluran pencernaan. Gejala dapat disertai dengan diare dan biasanya berlangsung singkat tanpa perlu antivirus khusus. Virus lainnya yang juga sering dijumpai adalah hepatitis B dan C. Keduanya diketahui dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman dengan orang pembawa virus tersebut, melalui jalan lahir (persalinan), melalui masuknya produk darah yang tidak steril, kontak antara Iuka dengan cairan tubuh orang lain yang menderita hepatitis tersebut. Gejala hepatitis B dan C dapat berlangsung akut yang jika tidak diobati dengan baik, maka virus akan menetap dalam tubuh dan membuat kerusakan menahun pada organ hati.

Organ hati adalah sangat penting untuk keberlangsungan hidup kita. Selain sebagai organ utama untuk metabolisme berbagai zat yang kita makan (termasuk obat dan alkohol), hati mempunyai fungsi vital untuk pencernaan, daya tahan tubuh, pembekuan darah, dan produksi protein tertentu. Jika terjadi gangguan hati dan tidak ditangani, kerusakan hati akan dapat mencapai tahap akhir dan tidak dapat pulih kembali sehingga kesemua fungsinya akan terganggu. World Hepatitis Day diperingati setiap 28 Juli dan bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan kita tentang kesehatan hati. Mari, sayangi dan rawat hati kita sejak dini dengan menjaga perilaku hidup sehat, pola makan sehat, hindari alkohol dan ramuan/obat tanpa resep dokter, serta mengikuti anjuran vaksinasi sesuai dengan program pemerintah yang telah ada.                                                               

Semoga bacaan ini dapat bermanfaat untuk kesehatan kita semua.