BERITA & ARTIKEL - KEGIATAN & PROMOSI

ST. CAROLUS BERITA & ARTIKEL

Akupunktur pada Obesitas

oleh: dr. Irman, SpAk

Post on 30 September, 2021

OBESITAS merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dan energi yang digunakan dalam waktu lama. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2018) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi obesitas di Indonesia adalah 21,8 persen dan angka tersebut terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Obesitas dan berat badan berlebih sangat erat kaitannya dengan kejadian penyakit diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, hal ini dapat mengurangi   produktivitas seseorang dan meningkatkan beban sosial dan ekonomi dalam keluarga.

Obesitas dapat ditentukan melalui perhitungan indeks massa tubuh (IMT). Menurut Organisasi Kesehatan dunia (WHO), untuk area Asia Pasifik, seseorang dikatakan mengalami obesitas apabila memiliki IMT lebih dari 25 kg/m2.

Aktivitas fisik, pola hidup aktif dan pola makan yang sehat merupakan kunci utama untuk mencegah terjadinya obesitas. Namun, banyak pula yang memerlukan obat-obatan atau pembedahan untuk mengatasi berat badan berlebih yang dialami. Obat-obatan dan pembedahan berpotensi menimbulkan berbagai efek samping yang dapat merugikan.

Akupunktur merupakan sebuah modalitas terapi yang menggunakan jarum halus untuk menstimulasi titik-titik akupunktur pada permukaan tubuh untuk menimbulkan efek yang bermanfaat bagi tubuh. Akupunktur merupakan tindakan yang relatif aman dengan efek samping yang minimal dan telah banyak digunakan dalam berbagai praktik klinis. Telah  banyak penelitian akupunktur pada kasus obesitas yang telah dipublikasi.

Menurut penelitian, akupunktur terbukti dapat mengurangi berat badan melalui beberapa mekanisme kerja antara lain sebagai berikut:

1. Meningkatkan metabolisme tubuh.

2. Meregulasi metabolisme lemak.

3. Mengurangi inflamasi.

4. Menstimulasi pusat kenyang pada hipotalarnus di otak.

5. Meregulasi hormon-hormon pengatur nafsu makan (leptin dan ghrelin) sehingga mengurangi asupan makanan.

6. Mengurangi kecemasan dan seres.

Dengan demikian, akupunktur dapat dijadikan salah satu pilihan terapi bersama dengan pola hidup aktif dan pola makan yang sehat untuk tata laksana obesitas.

Semoga Anda sehat senantiasa.